Jakarta - PAN selama ini dikenal sebagai partai gudangnya artis. Untuk
pemilu 2014, sudah ada tiga artis yang siap maju dari PAN.
"Ada Ikang Fawzi, Doktor Marissa Haque dan Mbak Desy Ratnasari, dia hampir doktor juga lho," kata Ketua DPP PAN, Tjatur Sapto Edy, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/1/2013).
Tjatur mengatakan pertimbangan utama memilih para artis tidak hanya dari
sisi popularitas, tapi juga dari kapabilitas mereka sebagai anggota DPR
nantinya. PAN sangat selektif dengan pemilihan calegnya.
"Caleg PAN harus mempunyai kapasitas, kredibilitas dan harus punya track
record yang baik. Dia juga harus bisa menggaet massa," ujar Tjatur.
Ketua Fraksi PAN itu mengatakan persiapan pencalegan akan selesai April
2013 mendatang. Dia menjamin kualitas caleg PAN tahun ini akan lebih
baik dari tahun sebelumnya.
"Caleg PAN tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya," pungkasnya.
(trq/van)
"Terimakasih Banyak PAN May Allah Bless You Always: Marissa Haque & Ikang Fawzi"
Barang siapa berpaling dari kebenaran
(hak), maka dia pasti akan terjerumus ke dalam kebathilan. Dan barang
siapa enggan beramal-soleh hanya karena Allah belaka, maka Alla akan
membeiarkan mereka beramal untuk selain Allah.
Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi , UGM FEB (MBA dari Kampus Tercinta)
“Sebuah Quotation untuk Hari Ini: dalam Marissa Haque Ikang Fawzi”
KULIAH UMUM PENGEMBANGAN EKONOMI SYARI’AH UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Fakultas ekonomi universitas
muhammadiyah bengkulu, kemarin pada tanggal 11 Desember 2012, bertempat
di auditorium kampus II UMB, jl salak raya pada pukul 13:30 wib
menngadakan kuliah umum tentang ekonomi syariah, acara ini diharapkan
sebagai cikal bakal akan dibukanya Program Studi Ekonomi Syari’ah di
Fakultas Ekonomi – UMB Dimana sebagai narasumber pada kuliah umum ini
yaitu Dr. Hj. Marissa Grace Haque, SH, MHum, M.BA yang disela kesibukan
beliau
berkenan untuk memberikan materi kuliah umum ekonomi syariah untuk
fakultas ekonomi – UMB (Universitas Muhammadiyah Bengkulu).
Diharapkan dapat memberikan pengetahuan
bagi segenap civitas akademika fakultas ekonomi – umb, Pada kesempatan
kuliah umum kali ini, dihadiri oleh rektor umb yaitu bapak Dr. H.
Khairil beserta ke-empat purek umb, antusias peserta sangat terlihat
dengan penuh sesaknya ruangan auditorium oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi
– UMB. Suasanan di acara tersebut walau penuh sehingga suhu nya menjadi
panas, namun acara berlangsung dengan semangat, hal ini membuat waktu
tak terasa berjalan telah pukul 16:30. Acara tersebut ditutup dengan
seksi tanya jawab.
Sebelum meninggalkan kampus II– UMB
pihak panitia dan narasumber berbincang – bincang ringan di ruang
rektorat, tak lupa pula sebagai kenang – kenangan civitas akademik FE –
UMB memberikan oleh– leh khas bengkulu. Kepada ibu Dr. Hj. Marissa
Grace Haque,SH, MHum, M.BA segenap civitas akademik Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Bengkulu mengucapkan terima kasih banyak atas
kedatangan ibu dan kuliah umum yang telah ibu sampaikan. Kami berharap
meninggalkan kesan yang baik dan juga berharap suatu saat nanti. Ibu
berkenan hadir kembali dalam acara yang lain.
Professors
of economics with marketing expertise can be found at various
universities, but economists engaged in the art of batik painting are
rare. Among the few is Basu Swastha Dharmmestha.
Combining marketing and art is what the man with an MBA who is a
marketing lecturer at Gadjah Mada University (UGM) in Yogyakarta has
been doing.
Having learned to draw during childhood, in his high school years
Basu also practiced batik painting while apprenticed with Javanese
dance maestro and batik artist Bagong Kussudiardjo in his workshop in
Yogyakarta.
Basu continued to paint with his first work, Burung Hantu (Owl),
produced in 1968, followed by Keburukan vs Kebaikan (Evil vs Virtue,
1973), Ikan (Fish, 1980) and Dua Prajurit Pandawa (Two Pandava
Soldiers, 1985).
From 1985 to 2010, Basu went on hiatus from painting to focus on teaching.
“In 2010, I visited an exhibition at the Jogja Expo Center (JEC). I
was given a canvas to paint. Since then I’ve started batik painting
again,” he said. Now with his hundreds of batik works, Basu hopes that
through pictures, batik — already recognized by UNESCO as a world
heritage item — will become even more popular around the world.
The demise of batik figures in Yogyakarta such as Bambang Utoro,
Bagong Kussudiardjo and Amri Yahya has further motivated him. “I want
to keep learning and painting to succeed the batik specialists,
especially after the passing of Amri Yahya,” said Basu.
Basu avoids being trapped in certain batik design schools. His
paintings constitute a blend of contemporary, naturalistic and abstract
elements, all in a decorative style.
Through batik images, Basu also wishes to convey a message of peace.
His fish motifs, for instance, depict the dynamic sea animals’ ability
to adapt rapidly.
“Conflict is unnecessary. Adapting ourselves to current conditions
and the world is something beautiful. It’s the philosophy of my fish
patterns,” said the father of four.
Apart from fish, Basu also has adopted many wayang (shadow puppet)
characters, particularly the Pandava brothers of the Hindu epic
Mahabharata. With their lofty values, wayang figures are also seen as
compatible with the science of marketing.
“We should identify our consumers. Europeans are fond of ethnic
objects and wayang designs are ethnic in nature,” he said. Without a
doubt, his wayang canvases are being collected by his overseas friends
and foreign tourists.
“Such works will further globalize batik while communicating the
noble values of wayang and the high integrity of the Pandavas as models
of excellent conduct,” he said.
Basu shares his artistic talent with his family, related by blood to
the late distinguished choreographer and batik painter Bagong
Kussudiardjo.
To mark his return to the art world, Basu held a solo exhibition at
the Koesnadi Hardjasumantri Cultural Center at UGM recently, displaying
54 works from 1968 to 2012 under the theme “The awakening of batik
painting to make the world worth living”.
A book, Batik Lukis Basu SD (Batik Paintings of Basu SD), written by
artists Marissa Haque and Meta Ayu Thereskova, was also launched at
the event.
“I’m very interested in his work and feel grateful for participating
in the efforts of Basu Swastha, an economist who combines marketing
science and art,” Marissa said.
Today, the professor divides his time between teaching and art. “I
have my family’s support. After retirement I’m going to be focusing on
the art of batik painting and make batik even more famous the world
over,” he said.
“Basu Swastha Dharmmesta: Making Batik and Marketing It (dalam Marissa Haque Ikang Fawzi)”
Pada saat kita di luar Indonesia, tentu setiap detik adalah saat
memulung ilmu, benar yang dikatakan oleh karibku Dominika Dittwald bahwa
we learn everything from everybody. Kesukaan kami dalam hal
membaca memang klop satu sama lainnya.
Namun karena Bahasa Inggris
adalah bahasa ibu dari Dominika (selain Perancis dan Polandia), maka
saya selalu tertinggal dalam hal capaian jumlah buku yang telah habis
kami baca setiap minggunya. Dan saya jadi hampir selalu mentraktirnya
minum susu-coklat panas di cafetaria dekat kampus kami, karena hampir
selalu kalah 'taruhan'. Kami memilih minum susu-coklat atau moccacino karena Dominika faham saya Muslimah dan tidak meminum alkohol (walau saat itu saya masih on-off-on-off pakai kerudung terutama pasca kejadian September 11).
Seingatku Dominika sering mengucap nama Sir Ken Robinson yang mengatakan: "... never confuse knowledge with common sense...".
Robinson adalah seorang pendidik revolusioner yang mengatakan bahwa
ada fakta yang menyebutkan (tahunnya saya lupa) bahwa 98% anak di
Amerika Serikat lahir dengan kemampuan "divergent thinking." Dan hal itu membuat mereka 'tidak ada matinya' di dalam mencari solusi terhadap setiap permasalahan yang mereka hadapi!
Tak heran selama kami sekolah film di School of Film, Ohio University, Athens, USA kami selalu hampir setiap hari dicekoki kalimat "...there is no room for mistakes!" Knowledege comes but wisdonm lingers. Knowledge is power, the more you know, the more powerful you become. Uang, harta, dan jabatan dapat hilang, namun melalui ilmu Allah, nalar, kasih, dan kepedulian akan remain sustainable...insya Allah...
Di dalam Bahasa Latinnya kurang-lebih adalah begini: " Tamdiu discendum est, quamdlu vivas"...
Bismillahirrahmannirrahiiim...
Marissa Haque dari Dominika Dittwald: "We Learn Everything from Everybody"
Pagi-pagi jam weker di kamar berbunyi Icha mencium saya untuk
membangunkan agar berjamaah sholat Subuh. Pagi ini dia memang agak
terburu-buru karena harus shooting live acara di Tans TV bertajuk
"Ranking 1." Pas banget! Icha (Marissa Haque) bini ana tercinta memang
jiwanya sangat scholarly. All the best my Love...
Terimakasih semalam ditemani di studio mini milik kita dan memeberikan komentar positifnya. Semoga album re-mix kita disukai oleh masyarakat luas kelak. Our fans...our lovers... thank you all...
Marissa Haque Muncul di "Ranking 1" Trans TV: Ikang Fawzi
PSTTI UIadalah
program studi penyelenggara pendidikan dan pengajaran
tentang kawasan Timur Tengah dan Kajian tentang Islam
tingkat Magister. Program studi ini secara struktural
administratif berada di bawah Program Pascasarjana Universitas
Indonesia (PPs UI). PSTTI UI dibuka berdasarkan Surat Izin dari
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen
Pendidikan Nasional, Nomor: 2801/D/T/2001 tanggal 30
Agustus 2001. Pembukaan program studi ini diresmikan
oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Dr. H. Hamzah
Haz di Balai Sidang Universitas Indonesia pada tanggal
31 Juli 2002. Program studi ini menyelenggarakan
pendidikan tingkat Magister (S2), yaitu:
▪ POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL DI TIMUR TENGAH
▪ KAJIAN ISLAM
▪ KAJIAN ISLAM DAN PSIKOLOGI
▪ EKONOMI DAN KEUANGAN SYARIAH
PSTTI-UI mendapatkan akreditas A melalui SK Ban PT Nomor : 011/BAN-PT/Ak-IV/S2XII/2005
Kompas.com - Apa
yang kita pikirkan akan mendefinisikan semangat kita. Itu mengapa
sangat penting untuk selalu membuat diri termotivasi dan memanamkan
dalam pikiran bahwa kita mampu memberikan hasil terbaik.
Berbeda dengan pemahaman banyak orang selama ini yang menyebutkan
bahwa semangat bisa habis dan harus diisi kembali dengan mengambil
jeda, para ahli dari Stanford University berusaha membuktikan bahwa
pendapat tersebut kurang tepat. Menurut mereka, semangat yang layu
lebih disebabkan karena faktor mindset belaka.
Dari hasil penelitian mereka, diketahui kesanggupan seseorang untuk
terus bekerja atau bersemangat sangat ditentukan oleh seberapa besar
dan sebatas apa mereka mampu melakukannya.
“Bila Anda merasa semangat itu ada batasnya, maka Anda juga akan
mudah lelah jika melakukan pekerjaan yang sulit. Tapi jika Anda merasa
tekad dan semangat adalah sesuatu yang tak mudah habis, Anda bisa terus
dan terus,” kata Veronika Job, peneliti dari Stanford University.
Dalam penelitiannya, Job dan timnya melakukan serangkaian eksperimen
untuk menguji para mahasiswa tentang kegigihan mereka. Setelah
mengerjakan tugas-tugas kuliah yang melelahkan, mahasiswa yang yakin
bahwa semangat itu terbatas, memiliki hasil ujian konsenstrasi yang
buruk dibanding dengan mereka yang yakin bahwa semangat adalah sesuatu
yang bisa dikendalikan.
“Mahasiswa yang diberikan pengaruh bahwa konsentrasi mereka ada
batasnya harus mengambil jeda beberapa saat sebelum melakukan tugas
berikutnya. Namun keyakinan bahwa semangat adalah sesuatu yang tidak
terbatas membuat mahasiswa lainnya lebih kuat dalam menghadapi
tantangan tugas sulit,” kata para peneliti.
Dalam jurnal Psychological Science, para peneliti mengatakan bahwa
kuat tidaknya seseorang menghadapi godaan sangat ditentukan oleh
kekuatan pikiran. Mereka mengatakan, hasil penelitian ini bisa menjadi
landasan keyakinan bagi para pecandu untuk mengatasi masalahnya atau
para pekerja yang sering kehilangan motivasi bekerja.
Senin, 11/04/2011 18:07 WIB Ramdhania El Hida - detikFinance
Jakarta - Pemerintah tetap komitmen terhadap perdagangan bebas ASEAN-China Free Trade Agremeent (ACFTA). Walaupun daya saing produk Indonesia kian tergerus China, yang juga berdagang secara tidak fair.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan berdasar temuan tim
independen Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) dan Komite Pengamanan
Perdagangan Indonesia (KPPI) terungkap bahwa terdapat perdagangan
yang timpang sebagai imbas dari penerapan kebijakan ACFTA. Namun,
kata Mari, pemerintah telah menanggulangi ketidakseimbangan tersebut
melalui penerapan beberapa kebijakan.
"Temuannya menunjukkan bahwa ada perdagangan yang tidak fair makanya itu kita kenakan bea masuk tambahan, itu namanya bea masuk antidumping, ada juga namanya bea masuk safeguard,
namanya bea masuk penyelamatan," ujarnya ketika ditemui di Kantor
Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin
(11/4/2011).
Meskipun Mari menyatakan komitmen kebijakan ACFTA akan tetap
dijalankan. Pasalnya, kebijakan tersebut juga mempunyai keuntungan
seperti meningkatnya investasi China di Indonesia.
"Iya masih komit, kita mengatasi masalah daya saing di dalam negeri,
untuk mengatasi berbagai hal, ada yang infrastruktur ada masalah bahan
baku. Semua itu harus kita atasi dan pada saat sama kita sudah punya
kesepakatan bilateral dengan China untuk menjaga supaya hubungan
kita itu win-win," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, yang
mengatakan pemerintah akan tetap menjalankan kesepakatan yang telah ada
dengan China.
"Yang paling penting buat kita itu bagaimana agar balance dan tidak merugikan kita. Itu PR (pekerjaan rumah) kita, kita kerjakan, meningkatkan capacity building
dan meningkatkan daya saing. Tapi juga China kita minta menjaga
balance of trade-nya. ASEAN iya, kita harus komit dengan ASEAN. Ini
dalam kerangka ASEAN, bukan bilateral. Tapi kita juga tidak ingin
industri kita mengalami gangguan, apalagi sampai mengalami kebangkrutan
atau apapun sesuai laporan perindustrian," ujarnya.
Sebagai informasi, sebanyak tujuh jenis produk industri yakni besi dan
baja, tekstil dan produk tekstil (TPT), kosmetika, mainan anak, alas
kaki, lampu, dan loudspeaker diusulkan untuk dievaluasi penerapannya
pasca implementasi perjanjian perdagangan bebas ACFTA.
Dirjen Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindustrian
(Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, dari tujuh produk tersebut,
terdapat lima jenis produk utama yang mengalami lonjakan impor yang
signifikan. Kelima produk itu adalah besi dan baja, TPT, mainan anak,
kosmetika, dan alas kaki.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), selama Februari 2011
perdagangan Indonesia dengan China juga mencatat defisit US$ 324,5
juta. Defisit neraca perdagangan nonmigas dengan China pada periode
Januari-Oktober 2010 mencapai US$ 5,3 miliar. Angka itu mengalami
peningkatan sebesar US$ 1,4 miliar dibandingkan periode yang sama
tahun 2009 senilai US$ 3,9 miliar.
INILAH.COM,
Jakarta – Diam-diam artis Marissa Haque yang juga mantan calon wakil
gubernur Banten mengagumi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.
Karena itu, Marissa dan suaminya Ikang Fawzi menghadiahi Mahfud sebuah
lagu, berjudul “Jujurkan Keadilan”.
"Saya kesini hanya untuk menyerahkan lagu yang sudah saya buat dengan Ikang," ungkapnya saat mengunjungi MK, Kamis (30/06/2011).
Menurut
Ica, begitu ia akrab disapa, awalnya lagu itu ingin dibuat
kenang-kenangan untuk Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM)
sebagai kampus yang telah mengajarkan dirinya tentang ilmu hukum di
Pascasarjana. "Namun, saat proses rekaman itu selesai, Pak Mahfud
tengah didera berbagai masalah. Terutama perseteruan terkait kaus surat
palsu MK," ujarnya.
Ica adalah salah satu mahasiswa
Mahfud di kampus tersebut. "Saya kagum kepada beliau, selain karena
dosen saya di UGM, saya percaya dengan sepak terjang beliau selama di
MK yang tak kenal kompromi dalam menegakkan keadilan," sanjungnya.
Lagu
berjudul "Jujurkan Keadilan" itu berdurasi 3 menit 50 detik. Lagu
tersebut menyampaikan pesan agar keadilan harus berjalan di atas
kejujuran, agar hukum di negeri ini bisa berjalan sesuai dengan tujuan
ilmu hukum untuk memberikan keadilan bagi rakyat.
"Semoga
ini (lagu), memberi motivasi kepada beliau, untuk tetap mempertahankan
komitmennya menegakkan keadilan di negara ini." [tjs]
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Marissa Haque menegaskan bahwa dirinya
tidak akan terjun lagi dalam ajang pemilu kepala daerah (pilkada) di
Banten. Menurut dia, keikutsertaannya dalam pilkada Banten beberapa
waktu lalu cukup sebagai pembelajaran dalam hidupnya.
”Jadi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Suhaemi mantan Kajati
Banten yang telah mempercayai saya,” ujarnya “Mungkin waktunya kurang
tepat,” tegas Marissa saat berkunjung ke kantor Republika di Jakarta
Jumat (18/3)
Marissa menuturkan saat kini ia tengah berkonsentrasi penuh untuk
menyelesaikan studi S2 nya di UGM di dua fakultas, yaitu Fakultas
Hukum dan Fakultas Ekonomi Bisnis. ”Fokus saya saat ini ke situ,”
tambahnya.
Ia juga mengungkapkan cita-cita besarnya saat ini adalah ingin
berkarier sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi (MK). ”Saya melihat di
MK saat ini belum ada Ahli Hukum Bisnis. Sembilan hakim di MK
adalah ahli Hukum Tata Negara, Hukum Pidana dan Hukum Perdata. Belum
ada dari Hukum Bisnisnya, yang nantinya spesialisasi insya Allah
pada Hukum Ekonomi Syariah,” ujar Marissa.
Kini ada
12 INPRES untuk urusan Mafia Pajak Gaqyus Tambunan. Pendapat lugas dan
cerdas disuarakan oleh Dr.Zaenal Arifin Muchtar dari UGM (Ketua PUKAT FH
UGM) di Yogyakarta, dalam sebuah wawancara jarak jauh dan life. Menurutnya, komitmen dari Leader tidak
ada atau diduga "tidak mampu", dengan pertimbangan kenyataan lain di
lapangan yang tersaksikan masyarakat sebagai: (1 )tidak berani; (2)
tidak tetap hati; dan (3) tidak mau.
Kemampuan
manajerial birokrat yang tak berkomitmen harus disegerakan untuk
DIPANGKAS oleh Presiden RI. Kemampuan manajerial sebagai Kepala Negara
dan Kepala Pemerintahan cq Presiden RI yang intelektual berkelas Doktor harus mampu menggantikan mereka berdasarkan hasil pembobotan HR Scored Card berbasis Merit Based System. Menurut Dr. Rizal Ramli adalah bahwa Demokrasi Kriminal Indonesia terbajak sistem Politik dan Leadership lemah karena dugaan sang Leader yang tidak bersih (Metro Hari Ini, Pk 18.20)
Ya Allaaah... fabiayyi ala'i Robbi kumma tukadzdibaaan... tak ada lagi ni'mat yang
akan kami dustakan Ya Allaaah... Terimakasih banyak atas rezeki umur
panjang, kebahagiaan berkelanjutan... anak-anak sehat dan
cantik-cerdas... teman-teman kami yang setia dalam suka dan duka...
terimakasih Ya Allah...terimakasih...
Bulan-bulan terakhir ini kami berdua semakin banyak berdua... bulan madu teruuus... Alhamdulillaaah...
Bulan Madu Terus Selama di Yogyakarta: Marissa Haque & Ikang Fawzi Sumber:http://marissa-haque-fh-ugm.blogspot.com/
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN
- Ikang Fawzi dan Marissa Haque mengajak seluruh rakyat Indonesia, ikut
menghijaukan lereng Merapi. Ajakan itu disampaikan usai Ikang menanam
pohon jati dan Marissa menanam pohon Trembesi, pada acara penanaman
seribu pohon di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Jumat(18/2/2011).
Pasangan
suami istri itu mengharapkan, hutan yang hancur akibat letusan Merapi
cepat tumbuh subur sehingga kawasan itu pulih seperti sedia kala. "Mari
bangun kembali hutan kita yang sudah hancur agar hijau dan bisa
bermanfaat bagi masyarakat," katanya sehabis menanam pohon di acara yang
digelar Fakultas Hukum UGM itu.
Pada acara bakti sosial ini
Ikang dan Marissa menanam pohon jati dan trembesi di lahan hutan rakyat.
Pihak Fakultas Hukum UGM memberi bantuan sebanyak 1000 bibit pohon
kepada masayarakat di sisi selatan Merapi.
Menurut Camat Pakem,
Budiharjo, kerusakan hutan di wilayah Pakem mencapai sekitar 60 hektare
terdiri dari hutan rakyat seluas 10 hektare dan kawasan hutan taman
nasional Merapi seluas 50 hektare. "Bantuan dari UGM ini akan ditanam di
hutan rakyat agar nantinya dapat dimanfaatkan warga sekitar," katanya.
(*)
Beri Hadiah ke Ikang, Marissa Haque Malah Dikasih SurpriseSumber: Hendra, kapanlagi.com, Jan 2011
Marissa HaqueAtas kelulusan sang suami dengan hasil sempurna ketika menyelesaikan studi S2 pada bulan Desember 2010 lalu, Marissa Haque merasa perlu memberikan hadiah. Keberhasilan Ikang Fawzi itu pun ditandai dengan pemberian kado kepada sang suami yang disesuaikan dengan kebutuhannya, yakni sebuah laptop.
“Aku tahu Ikang butuh alat yang canggih dan simple dan bisa juga untuk otak-atik lagu. Dia kan orangnya suka bikin lagu terus mengaransemen sendiri. Dengan laptop itu Ikang bisa kerjakan dalam satu tempat,” cerita pemilik nama lengkap Marissa Grace Haque ini di kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang, Selasa (17/1). Tapi tanpa diketahui Marissa Haque, Ikang pun sudah menyiapkan hadiah untuk dirinya.
Dan hadiah yang diberikan juga sama seperti yang diberikan Marissa ke Ikang. “Jadi aku mau memberikan hadiah laptop ke dia, nggak tahunya dia juga ngasih aku laptop juga yang sama. Katanya aku kan suka ngedit film di laptop, jadi dengan laptop ini aku dipermudah. Aku dikasih warna putih yang girly dan Mas Ikang aku kasih warna silver yang cowok banget,” ujarnya sambil tersenyum.
Memang tidak dipungkiri, kalau urusan gadget, pasangan suami istri ini sangat up to date. Bagi mereka laptop yang mereka miliki sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pendidikan. (kpl/hen/boo)
Education | Wed, Jan 20, 2010 at 18:34 | Jakarta, matanews.com
Institut Pertanian Bogor (IPB) meluncurkan Mobil Klinik Tanaman Terpadu yang akan memberikan layanan kepada petani terkait dengan masalah tanaman, tanah, hama dan penyakit.
“Mobil Klinik seharga Rp900 juta per unit tersebut merupakan hibah kompetisi dari Program Revitalisasi Pendidikan Tinggi Pertanian Ditjen Dikti,” kata Dekan Fakultas Pertanian, Prof Didi Sopandi saat peluncuran mobil klinik tersebut di Kampus IPB, Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Mobil klinik tersebut juga memberikan layanan konsultasi arsitektur lanskap di sentra pertanian dan daerah mitra kerja IPB. IPB, lanjut dia, mewujudkan program Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) tersebut dengan membangun klinik tanaman terpadu yang “mobile”.
Peluncuran Mobil Klinik Tanaman Terpadu tersebut dilakukan oleh Rektor IPB Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto, yang dihadiri Direktur Akademik, Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan Nasional Dr Illah Sailah.
Mobil klinik tersebut direncanakan mulai beroperasi pada Februari 2010 dan pada tahap awal baru akan melayani petani di Bogor, terutama di desa-desa sekitar kampus IPB. Ke depan, mobil klinik juga akan melayani petani di berbagai daerah di Indonesia, bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.(*an/z)
Indonesia dan beberapa negara modern lainnya di dunia tidak mungkin menjalankan kegiatan ekonominya, tanpa investasi asing yang datang menanamkan modal ke negerinya. Sejak tahun 2010 ini investasi asing yang masuk ke Indonesia sangat tinggi, dan pemerintah Indonesia optimis bahwa investasi yang akan masuk pada tahun 2011 tumbuh lebih kuat.
Hatta Rajasa Menko Perekonomian Indonesia dan Darmin Nasution Guberbur BI seusai rapat di kantor Presiden di Jakarta pada tanggal 27 Desember 2010 mengungkapkan perkiraan investasi asing langsung/FDI (foreign direct investment) untuk tahun 2011 adalah sebesar $14 milyar, naik sebesar $1,5 milyar dari jumlah tahun sebelumnya sebesar $12,5 miliar. Sementara arus modal yang masuk ke portofolio sebesar $16 miliar pada periode tahun 2010.
Dengan dinamika arus modal asing yang masuk ke Indonesia tersebut, baik Menko Perekonomian maupun Gubernur BI mengingatkan bahwa harus terjadi kerjasama yang sangat baik serta harmoni antara pemerintah pusat dan BI guna sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter. Yang tujuannya tak lain adalah untuk berjaga-jaga bila terjadi sudden reversal dan mengurangi kecepatan arus modal yang sangat spekulatif serta berjangka pendek. Cara yang akan ditempuh oleh pemerintah Indonesia bekerjasama dengan BI adalah dengan membangun cadangan devisa yang memadai. Dengan catatan menurut BI bahwa saat ini cadangan devisa Indonesia adalah sebesar $95 miliar, dan dianggap cukup baik untuk kondisi sebuah Negara seukuran Indonesia.
Semoga kondisi politik-hukum Indonesia juga semakin kondusif kedepannya. Agar tidak mengganggu rencana yang telah ditetapkan bersama pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia sejauh ini.
Ikang Fawzi Lulus MBA dengan Nilai A dari UGM Fakultas Ekonomi-Bisnis
Kabar Gembira!
Leadership Ikang Fawzi suamiku alhamdulillah semakin terbukti didalam keluarga kami. Kemarin pada tanggal 13 desember 2010, dengan dua orang penguji inti dari FEB-UGM bernama: (1) Ertambang, PhD; dan (2) Bambang Riyanto, PhD, suamiku Ikang Fawzi berhasil lulus dengan cemerlang dan mengantongi nilai akhir ujian thesisnya A (bulat)!
Subhanallah… sebuah perjuangan yang tidak main-main, dan menjadi contoh positif bagi kita semua di Indonesia. Bahwa seorang penyanyi rock-pun mampu menunjukkan kelas intelektualitasnya secara kaffah dan mumpuni. Contoh yang sangat baik bagi istri dan kedua putrinya,…insya Allah demikian adanya.
Berikut saya lampirkan sebuah sms untuk dijadikan fwd–dari salah seorang teman karib di UGM, Yogyakarta-Jakarta:
Selamat untuk Mas Ikang Fawzi atas keberhasilannya mendapatkan MBA dengan nilai kelulusan A dari Fakultas Ekonomi-Bisnis UGM (Universitas Gajahmada), Yogyakarta kemarin 13 Desember 2010. Anda adalah penyanyi rock Indonesia pertama yang menjadi MBA dari salah satu universitas terbaik di Indonesia. Kapan S3 nya dimulai? semoga secepatnya ya?
Sumber: http://marissahaque-sdalh.blogdetik.com
Marissa Haque Ikang Fawzi: Kematian Itu Sangat Dekat Dear Tweeps
-
Kematian itu sangat dekat dear Tweeps, jgn pernah bosan berbuat baik.
Allahu Akbar!
pic.twitter.com/TJMv5bPhCW
[image:
f5e70122f5a7e34a56114ee0d0e43f8c...