Lafaz Allah Azza wa Jalla

Lafaz Allah Azza wa Jalla
Lafaz Allah SWT, Marissa Haque

Mantan Presiden Habibie di Rumahnya

Mantan Presiden Habibie di Rumahnya
15 dari 18 Pendiri Yayasan Orbit, Andi Rallie Siregar, Marwah Daud Ibrahim, Neno Warisman, Marissa Haque, dlsb

alumni universitas trisakti jakarta, marissa haque fawzi

alumni universitas trisakti jakarta, marissa haque fawzi
alumni universitas trisakti jakarta, marissa haque fawzi

Asma Allah Tuntunanku-Marissa Haque Fawzi

Asma Allah Tuntunanku-Marissa Haque Fawzi
Asma Allah Tuntunanku-Marissa Haque Fawzi

Minggu, 18 Oktober 2009

Pelantikan Pengurus Pusat MES 2008-2011: Marissa Haque

December 30th, 2008


“Tidak usah khawatir, BI mendukung ekonomi syariah”, kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono dalam sambutannya saat Peresmian Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) 2008-2011, 23 Desember 2008. Boediono menambahkan, ini setidaknya dibuktikan dengan masuknya dua pejabat tinggi BI dalam susunan Pengurus MES periode ini. Mereka adalah Deputi Gubernur BI Siti Halimah Fadjrijah (Wakil Ketua Dewan Penasehat) dan Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad (Ketua Umum).


Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) memiliki kepengurusan baru. Bertempat di Gedung Chandra Kompleks Bank Indonesia (BI), Ketua MUI KH. Maruf Amin memandu pembacaan sumpah Pengurus MES 2008-2011. Disaksikan para mantan dan pejabat aktif, di antaranya Dirjen Pengelolaan Kekayaan Negara Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto, Gubernur BI Boediono, Mantan Menteri Koperasi Adi Sasono, Mantan Menneg BUMN Sugiharto, dan Mantan Direktur Utama Jamsostek Iwan Pontjowinoto. IA

Pengurus MES periode 2008-2011 diambil sumpahnya oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia KH. Ma’ruf Amin.
Ketua Umum MES Muliaman Hadad membacakan sumpah jabatan Pengurus MES. Tampak di belakangnya (ki-ka): Gunawan Yasni, Willy Aryati, Marissa Haque, M. Syakir Sula, M. Syafii Antonio, Iskandar Zulkaranen, Jafril Khalil, dan Wiwin P. Sudjito.

Dua selebritas menjadi Pengurus MES, Marissa Haque dan Ratih Sanggarwati. Di tengah-tengah duduk Gunawan Yasni. Tiga orang ini menjadi pemandu acara peresmian.

Menteri Negara BUMN Sofyan Jalil berkenan memberikan orasi ilmiah tentang ekonomi syariah sebagai solusi atas krisis keuangan global, setelah pengambilan sumpah Pengurus MES.

Para tokoh masyarakat dan pejabat menghadiri peresmian Pengurus MES. Tampak (ki-ka): Adi Sasono, Sofyan Jalil, Boediono, Muliaman D. Hadad, KH. Ma’ruf Amin, Aries Mufti, dan Iwan Pontjowinoto.


Penyanyi Gita Gutawa melantunkan lagu-lagu bernuansa rohani di sela-sela peresmian Pengurus MES.



Muliaman D. Hadad bersalaman dengan Sofyan Jalil disaksikan oleh Gubernur BI Boediono dan mantan Menneg BUMN Sugiharto.

Penandatanganan Kerjasama MES dan Depkoinfo ( Mentri Prof. Dr. Moh Nuh): Marissa Haque

Sumber: http://www.biskom.web.id/2009/09/01/depkominfo-resmikan-m-life-festival.bwi


1 September 2009.


Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Masyarakat Ekonomi Syariah mengadakan M-Life (Muslim-Lifestyle) Festival di Grand Indonesia East Mall Jakarta, 1-6 September 2009.

Saat meresmikan acara, Menteri Komunikasi dan Informasi, M. Nuh mengatakan, gaya hidup muslim harus dikombinasikan dengan digital life style, agar dapat memicu daya saing di era kemajuan teknologi. Begitupun dalam menggerakan ekonomi syariah, peran teknologi mutlak digunakan.
Karenanya, Masyarakat Ekonomi Syariah menempatkan industri konten sebagai salah satu potensi yang dapat menjadi driver pertumbuhan ekonomi yang signifikan jika diarahkan secara efektif dan didukung oleh lingkungan yang kondusif.
Untuk menentukan arah strategis perkembangan industri konten di Indonesia, dalam acara ini telah disepakati 3 nota kesepahaman (MoU). Pertama, MoU antara Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dan Motekar, perusahaan pengembang aplikasi, sistem, dan layanan konten berbasis mobile. Kemudian MoU kedua ditandatangani oleh Depkominfo, Motekar dan Telkomsel dan yang ketiga MoU antara Depkominfo, Motekar, Telkom dan LKBN Antara.

Ketiga MoU yang dimaksudkan untuk mempercepat pencapaian masyarakat informasi tersebut akan diwujudkan melalui penyebaran informasi berita, dan juga sebagai pelaksanaan Public Service Obligation, terutama ke masyarakat kelas menengah kebawah.
Pihak-pihak penandatangan MoU diharapkan dapat menjadi pionir dalam menciptakan succes story pengembangan layanan konten yang cakupannya luas, ekonomis dan fleksibel untuk dikebangkan, diantaranya berupa Warung Masyarakat Informasi Indonesia yang dapat diakses melalui perangkat mobile, Motekar Qur’an yaitu ayat suci berformat digital, serta Mobi-Mibo, aplikasi untuk personal content manager serta navigasi konten multi channel berbasis teks dan ikon grafik.
Acara yang dipandu oleh mantan anggota DPR, Marissa Haque ini dihadiri antara lain oleh Ashwin Sasongko (Dirjen Aplikasi Telematika), Cahyana Ahmadjayadi (Kepala Balitbang SDM Depkominfo), Sarwoto Atmosutarno (Dirut Telkomsel), Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur LKBN Antara), Arry Akhmad Arman (CEO Motekar) dan Soegiharto Santoso (Pimpinan Umum BISKOM).

Jumat, 16 Oktober 2009

Ekonomi Syariah Dukung Sektor Riil: Marissa Haque



 Rabu, 05 November 2008

Jakarta (4/11). Marissa Grace Haque (lahir di Balikpapan, 15 Oktober 1962; umur 46 tahun) adalah seorang aktris, sutradara, produser film dan politikus Indonesia. Menikah dengan Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi) dan dianugerahi dua orang putri, yaitu Isabella Muliawati Fawzi (Bella) dan Marsha Chikita Fawzi (Kiki). Ia adalah kakak kandung dari Soraya Haque dan Shahnaz Haque.

Ia juga aktif menulis di media dan sebagai pengacara non-ligitasi, Direktur Utama PT SAI (Saya Anak Indonesia) Films, Direktur Eksekutif e-Gov Institute di Jakarta dan Surabaya, juru bicara dari Ristra Beauty Clinic and Cosmetics, Duta Lingkungan Hidup dari KLH, Duta WWF untuk Badak Cula Satu, dan Duta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Marissa telah menyelesaikan berbagai disiplin ilmu yaitu, Doktor S3 dari Institut Pertanian Bogor, jurusan Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan Hidup dan kini ia akan menjalani studi S2 Hukum Pidana Universitas padjadjaran.

Motto hidup duta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini yaitu menjalani hidup dengan mengalir seperti air (go with the flow) dan ikhlas menjalani ketentuan Allah Swt. Manusia berusia, namun tuhan yang menentukan hasilnya sesuai usaha tersebut.

Filosofi kehidupan bermasyarakat Marrissa yaitu jujurkan keadilan dan adilkan kejujuran. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ia berharap pemerintah tidak hanya menjalankan trilogi pembangunan yang terdiri dari stabilitas nasional, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan. Namun juga, ekonomi yang berpihak pada sektor Usaha Kecil dan Mikro (UKM).

Ekonomi syariah berpihak pada sektor riil yang mayoritas ada pada masyarakat Indonesia. UKM tersebut menjadi penolong di saat krisis global, yang muncul akibat runtuhnya pasar modal.

Ia berharap ekonomi syariah dapat maju menjawab tantangan jaman. Apalagi krisis global yang melanda beberapa negara saat ini dapat diatasi dengan sistem ekonomi yang berkeadilan seperti ekonomi syariah. Ekonomi syariah berada di pertengahan sistem ekonomi kapitalis dan ekonomi komunis. (Nola, www.pkesinteraktif.com)

Menuju SDM Ekonomi Islam Mumpuni: IBS dan Marissa Haque

Islamic Banking School
Setelah didaulat untuk menjadi Duta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bersama Riri Reza, Marissa juga kini menjabat Ketua Lembaga Keuangan Mikro Ekonomi Syariah di Partai Persatuan Pembangunan turut meresmikan berdirinya, Islamic Banking School di Bandung. (cr2/ri)

Ketua Lembaga Studi Keuangan Mikro Syariah memaparkan materinya pada Stadium General dan Pembukaan Masa Perkuliahan Perdana IBS atau Islamic Banking School di Auditorium Kampus Dakwah jalan Batik Halus Kota Bandung, Senin 20 Oktober 2008.

Acara yang bertemakan "Prospek Perbankan Syariah Ditengah Krisis Ekonomi Global dan Peluang SDI Perbankan dalam Pemberdayaan Ummat." Menghadirkan Pimpinan cabang Bank Mega Syariah Bandung Dewi Mayangsari dan Dekan MKS UIN Bandung Ahmad Hasan Ridwan.


Kamis, 15 Oktober 2009

Marketing Bahlul: Syakir Sula Sekjen MES Guru Marissa Haque





By Republika Newsroom

Senin, 17 November 2008
ELLVITA/DOK REPUBLIKAISLAMI: Artis dan politisi Marissa Haque mengaku hidupnya kini semakin islami untuk membentengi diri di dunia politik.

JAKARTA-- Masalah pergaulan terdapat dua pilihan, yaitu benar atau salah. Hal tersebut diungkapkan Marissa Haque ketika menghadiri peluncuran buku "Marketing Bahlul" karya penulis Syakir Sula di Jakarta, akhir pekan lalu.

"Sekarang pemikiran tahta, harta, dan wanita masih menjadi patokan para pengusaha,"ujar istri dari Ikang Fauzi itu. Menurutnya, hal tersebut membuat orang mudah terpeleset dan menjadi bahlul.
Dia juga sangat menyadari, dunia politik yang digelutinya juga mudah membuat terpeleset. "Saya pernah menyesal atas perbuatan yang saya lakukan, dan saya sempat bertanya apakah saya pantas masuk surga," ujarnya serius.
Menurutnya, masalah kejujuran juga sangat penting dalam kehidupan. "Mengatakan sebuah kejujuran itu pahit tapi itu sebuah kewajiban," katanya lagi. Dia sendiri mengaku, sejauh ini, hidupnya semakin islami.

Terlebih saat ini dia, menjadi Duta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bersama Riri Reza. Marissa juga kini menjabat Ketua Lembaga Keuangan Mikro Ekonomi Syariah di Partai Persatuan Pembangunan. Terakhir turut meresmikan berdirinya, Islamic Banking School di Bandung. (cr2/ri)

Minggu, 04 Oktober 2009

Finance Management Lebih Baik Bila Syariah, Berharap Dukungan Pak Boediono


Sebagai salah seorang mrid di Pasca Sarjana FEB-UGM, saya bermimpi akan pernah walau hanya sekali diajarkan langsung oleh Bapak Wakil Presiden RI terpilih kita ini yaitu Prof. Dr. Boediono. Saya pernanh mendengar dari salah satu acara diskusi/wawancara di Metro TV bahwa Pak Boediono adalah orang pertama yang menerbitkan kebijakan SUKUK SYARIAH. Karenanya saya sangat bermimpi bahwa perkembangan Ekonomi SYariah mendapatkan dukungan optimal dari para penyelnggara negara kedepannya.

Sampai hari ini yang saya dapatkan dari FEB-UGM baru Ekonomi konvensional terkait dengan Ekonomi Makro dan Global. Seperti apa yang saya sajikan dibawah ini secara singkat terkait dengan prasyarat bila sebuah perusahaan berniat masuk bursa saham.


Finance Management Lebih Baik Bila Syariah
Semua strategi keuangan, termasuk tunai dan properti dipengaruhi oleh apa yang terjadi di pasar modal. Pasar modal adalah penentu arah ekonomi dunia.

Perusahaan bisa mendapatkan modal dari bank atau pemberi pinjaman lain. Tapi modal yang berasal dari kepemilikan saham lebih disukai karena begitu saham dikeluarkan dan dibayar oleh investor awal, uang itu menjadi milik perusahaan selamanya. Perusahaan tidak perlu membayar kembali, tidak ada bunga, juga tidak ada kewajiban untuk membayar dividen. Tentunya baik bagi perusahaan tersebut untuk membayar dividen dua kali setahun, tapi tidak ada keharusan.

Proses perusahaan masuk bursa saham (IPO) sangat kompleks dan makan biaya, melibatkan ahli hukum, akuntan, investment bankers, spesialis relasi publik. Sebagai calon investor, Anda bisa mendapatkan dokumentasi yang disebut prospektus yang berisi :

• Detil tentang perusahaan, berikut kinerja masa lalu dan prospek ke depan, termasuk proyeksi keuntungan.

• Laporan keuangan lengkap.

• Rekam jejak para direksi dan komisaris.

• Paket remunerasi dari direksi dan komisaris.

• Para penasehat yang terlibat dalam proses IPO.

Sabtu, 03 Oktober 2009

Rumah Zakah & Marissa Haque: Zakath via Recurring was a Brilliant Idea



Rumah Zakat

Marissa Haque: Zakath via Recurring was a Brilliant Idea


TANGERANG,BANTEN.

Human being make new technology is to help and make their life easier. As long as their technology were not crushing with syariah laws, then utilizing this technology was helpful. This opinion came out from Marissa Haque as considering credit card recurring system application for pay zakath.

With this system, donors do not waste their time anymore for paying zakath directly. With this system, a donor can routinely for paying Zakath. In the end of period, the bill must be paid as requirement to applicating this system.

As met while she went to Serang from Tangerang, Marissa admitted that she still take out of Zakath, infaq, shodaqoh directly to needy people every time she got money. As donor we often forget and sometimes waiting for minimum limit as one million rupiahs nevertheless we still forget. That is why it directly gives to needy people as 2.5%. This Ikang Fawzi’s wife explained.

Marissa remarked this applied recurring system idea for zakath was brilliant idea and obviously helpful donor. She also supported IT technology application in zakath management. It is the time for technology application to make people easier to do some good activity already.

newsroom/Heny - Tangerang

Daftar Blog Saya

  • Marissa Haque Ikang Fawzi: Kematian Itu Sangat Dekat Dear Tweeps - Kematian itu sangat dekat dear Tweeps, jgn pernah bosan berbuat baik. Allahu Akbar! pic.twitter.com/TJMv5bPhCW [image: f5e70122f5a7e34a56114ee0d0e43f8c...
    3 tahun yang lalu

Entri Populer